Mau sampai kapan kita memikul beban dari ekspektasi orang lain, topeng yang tak pernah pas di wajah, langkah yang tak pernah benar di jalan kita sendiri?
Mau sampai kapan kita saling berlomba, menyulap diri dengan gaya, yang hanya jadi bayangan rapuh di cermin kebanggaan semu? Siapa yang sebenarnya hebat, jika kemenangan hanyalah ilusi yang menyisakan letih tak berujung?
Mau sampai kapan kita menyerahkan jiwa pada dunia yang menuntut tunduk, menukar kebebasan dengan perbudakan, mengejar fatamorgana yang tak pernah bisa digenggam?
Dan di tengah hiruk-pikuk itu, kita lupa hidup bukan sekadar panggung untuk menaklukkan pandangan orang, tetapi perjalanan pulang mencari arti, menemukan kembali makna kehidupan yang diam-diam kita tinggalkan.

0 Komentar