Negarawan zaman dulu, dipenjara dulu baru menjabat. Negarawan sekarang, menjabat dulu kemudian dipenjara.
Negarawan zaman dulu, mereka berjuang lebih dulu karena menghadapi penjajah yang ingin menindas orang pribumi, karena sikapnya yang selalu menentang penjajah mereka dipenjara, akibat didorong oleh semangat dan motivasi yang tinggi untuk merdeka dan setelah Indonesia merdeka, barulah mereka menjabat. Itulah negarawan masa lalu.
Tetapi kalau sekarang, mereka menjabat dulu, setelah itu dipenjara. Artinya, mereka berjuang hanya untuk memenuhi cita-citanya menjadi pejabat, kemudian karena pada masa menjabat berbuat kekeliruan/kesalahan yang melanggar hukum, akhirnya mereka dipenjara.
Partai politik tidak boleh menjadi satu-satunya instrumen yang menentukan wajah dan arah perjalanan bangsa. Pasalnya, politikus pasti juga memikirkan elektoralnya.
Politisi bisa saja mengorbankan orang lain untuk meraih kepentingannya. Namun, negarawan seringkali mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang lain dan bangsa.
Politisi bekerja dengan pamrih, negarawan bekerja tanpa pamrih. Politisi ingin memetik hasil secepat-cepatnya, negarawan acapkali tidak melihat hasil pengabdiannya sampai akhir hayatnya, karena ia berbakti untuk masa depan bangsanya.
Cara pandang negarawan ini tidak hanya dalam konteks kenegaraan/pemerintahan. Tapi juga dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam menuntut ilmu dan bekerja.

0 Komentar