Santri Langit



Di sebuah pesantren kecil yang terletak di kaki gunung, hiduplah seorang santri bernama Ali. Sejak kecil, Ali selalu tertarik pada langit. Ia sering menghabiskan waktu di atap pesantren, mengamati bintang-bintang yang berkelap-kelip dan bulan yang bersinar terang. 

Suatu malam, saat sedang menatap langit, Ali mendengar suara lembut memanggilnya. "Ali, datanglah ke sini," suara itu terdengar seperti angin. Ia mengabaikan suara itu pada awalnya, tetapi rasa penasarannya tak tertahankan. Ia beranjak turun dan mengikuti arah suara tersebut.

Di sebuah padang yang luas di belakang pesantren, Ali melihat pengasuh pesantrennya sedang berjalan santai di sana. Wajahnya bersinar seperti cahaya bulan ditambah dengan pakaian yang serba putih. "Aku memanggilmu Ali. Aku ingin memberimu sebuah misi," kata  pengasuh itu.

Ali terkejut, tetapi rasa ingin tahunya lebih besar. "Misi apa, Bah?" tanya Ali kepada penngasunya yang ia panggil "Abah".

"Setiap malam, aku mengamati dunia dan menemukan banyak orang yang kehilangan harapan. Aku ingin kamu membagikan cahaya harapan kepada mereka," jawab sang pengasuh.

Dengan semangat, Ali menerima misi itu. Sejak malam itu, ia mulai membantu teman-temannya di pesantren maupun di sekolahnya bahkan masyarakat sekitar yang merasa putus asa. Ia mendengarkan masalah mereka, memberi nasihat, dan membagikan cerita tentang bintang-bintang yang menunjukkan jalan.

Setiap kali Ali berhasil membantu seseorang, si pengasuh muncul di hadapan Ali secara tidak langsung bak langit dengan bintang yang lebih terang. Teman-teman Ali pun mulai merasakan keajaiban. Mereka pun berusaha saling membantu dan berbagi harapan.

Suatu malam, saat Ali sedang berdoa di atap pesantren, sang pengasuh muncul kembali. "Kau telah melaksanakan misi dengan baik, Ali. Sekarang, waktunya aku memberi imbalan kepadamu."

Ali terkejut. "Imbalan? Apa itu?"

Sang pengasuh tersenyum. "Aku akan memberimu kemampuan untuk melihat cahaya harapan di setiap orang. Dengan kemampuan ini, kau akan bisa membantu lebih banyak orang."

Sejak saat itu, Ali bisa melihat cahaya di hati setiap orang yang ia temui. Ia menjadi santri langit yang dikenal di seluruh desa. Setiap malam, ia menceritakan kisah-kisah keajaiban kepada teman-temannya, menginspirasi mereka untuk selalu berharap dan berbagi.

Dengan bantuan pengasuhnya, Ali menyebarkan cahaya harapan tidak hanya di pesantren, tetapi juga di seluruh desa. Semua orang mulai percaya bahwa, meski gelap, selalu ada bintang yang bersinar, memberikan harapan dan kebahagiaan.

Dan setiap malam, ketika bintang-bintang muncul di langit, dalam benaknya Ali memahami bahwa Tuhan selalu ada, mengawasi dan memberikan bimbingan, santri langit yang tak pernah berhenti menebar cahaya. 

Posting Komentar

0 Komentar