Dunia Berjalan Seperti Sungai


Sungai itu kayak nadi buat alam, tempat air ngalir dari pegunungan sampai ke laut. Nggak cuma jadi sumber air buat minum dan irigasi, tapi juga tempat seru buat main, jadi jalur transportasi, bahkan bisa diubah jadi energi listrik. Sungai punya bagian-bagian seru, mulai dari hulu yang di dataran tinggi, bagian tengah yang alirannya lebih tenang, sampai hilir yang menuju muara. Contoh sungai terkenal tuh kayak Sungai Nil atau Amazon, tapi di Indonesia ada Kapuas, Bengawan Solo, sama Ciliwung yang penting banget buat kehidupan sehari-hari.

Aliran sungai yang memiliki arus kuat biasanya terjadi di daerah hulu atau di sungai dengan kemiringan yang tajam. Arus kuat ini terjadi karena gravitasi menarik air dengan cepat di medan yang curam. Sungai-sungai di daerah pegunungan sering punya arus kuat, dengan aliran air yang deras dan berbatu. Kondisi ini bikin arus jadi lebih ekstrem, yang kadang dipakai buat olahraga air kayak arung jeram. Arus kuat juga bisa terjadi saat musim hujan, karena volume air yang bertambah bikin aliran makin deras. Tapi hati-hati, sungai dengan arus kuat bisa berbahaya kalau nggak waspada.

Ngomong-ngomong tentang sungai, kehidupan dunia yang sedang kita hadapi nyatanya berjalan seperti itu. Kalau dibiarkan tanpa kendali, bisa mengalir liar dan menghancurkan apa saja di sekitarnya, sama seperti arus sungai yang kuat bisa membawa erosi atau banjir. Tapi kalau kita mampu mengendalikannya, seperti bendungan yang mengatur aliran air sungai, hawa nafsu juga bisa diarahkan ke hal-hal positif dan bermanfaat. Jadi, penting buat kita punya kontrol dan kesadaran diri supaya nggak terbawa arus hawa nafsu yang merusak.

Setiap manusia yang hidup dan bernyawa, pastinya mempunyai nafsu kan? Ya, setiap manusia memiliki nafsu yang baik maupun yang buruk, maka dalam pepatah mengatakan, memerangi nafsu yang buruk juga merupakan suatu jihad terberat, sebab memerangi nafsu seperti memerangi diri sendiri, dan hanya diri kita yang mampu mengendalikannya.

Banyak orang yang lebih milih mengikuti apa yang mereka mau tanpa mikirin dampaknya. Di satu sisi, itu bisa bikin kita semangat berinovasi dan mencapai mimpi. Tapi di sisi lain, kalau semua orang cuma mikirin diri sendiri, bisa jadi berantakan, kan? Penting banget buat kita bisa seimbang antara ngikutin nafsu dan mikirin orang lain juga. Gimana menurutmu?

Nafsu yang melebihi setan menggambarkan betapa besarnya dorongan dan keinginan yang bisa membuat seseorang kehilangan kendali. Ketika nafsu sudah menguasai, sering kali orang melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Itu bisa jadi tantangan besar dalam hidup kita. Menjaga keseimbangan dan tetap berpegang pada nilai-nilai positif adalah kunci untuk mengatasi hal ini.

Mereka yang melawan nafsu dunia itu keren banget! Mereka berusaha buat nahan diri dari keinginan yang bisa bikin hidup jadi berantakan. Walaupun susah, mereka milih jalan yang lebih baik, kayak hidup sederhana atau fokus ke hal-hal yang lebih penting. Keberanian mereka bisa bikin inspirasi dan dampak positif buat orang lain. Menurutmu, apa sih tantangan terbesar yang dihadapi orang-orang yang berjuang ngelawan nafsu ini?

Sebenarnya kalau kita amati bersama, kehidupan mengalir dengan arus yang kuat tentang hal-hal yang bersumber dari nafsu yang tidak baik. Bagaimana orang-orang banyak mengejar dunia. Mulai dari harta, jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya. Bagi mereka yang diam maupun melawan arus ya siap-siap untuk dikucilkan, diasingkan, dan dicemooh oleh mereka yang mengikuti arus. Padahal bagi orang-orang yang diam maupun mereka yang melawan arus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan ya tidak ada masalah, ini lah nafsu yang baik kalau dalam agama Islam disebut nafsu muthmainah. 

Tuhan tidak menyuruh kita untuk mengikuti arus kok. Jika pun mengikuti arus dengan memuaskan hawa nafsu ya tetap dilakukan dengan cara yang baik dengan cara dan tujuan yang benar sesuai syariat-syariat Islam, seperti kalau mencari kekayaan ya jangan dengan membodohi orang, korupsi, mencuri, dan lain sebagainya. Juga jangan lupa dilandasi dengan banyak bersedekah. 

Posting Komentar

0 Komentar