| Foto: popmama.com |
"Generasi strawberry" adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada generasi muda yang dianggap "manja" atau "lembut" karena dianggap memiliki ketidakmampuan untuk bertahan dalam menghadapi tantangan atau kesulitan hidup. Istilah ini sering kali digunakan dalam konteks yang merendahkan atau mengkritik perilaku generasi muda yang dianggap terlalu bergantung pada kenyamanan dan tidak mampu menghadapi tekanan atau kesulitan seperti generasi sebelumnya.
Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Strawberry Generation, Generasi Strawberry ialah generasi yang memiliki banyak ide dan gagasan kreatif, tetapi mudah menyerah dan sakit hati. Generasi Strawberry juga dapat dipahami sebagai generasi yang unik dengan segala kreativitasnya, tetapi mudah tumbang dengan berbagai tantangan yang muncul dalam perjalanan hidupnya.
Dalam pandangan Islam, istilah "generasi strawberry" atau sejenisnya mungkin tidak digunakan secara khusus, tetapi konsep-konsep yang terkait dengan sikap dan perilaku manusia dapat ditemukan dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi kuat, sabar, dan gigih dalam menghadapi tantangan hidup.
Beberapa konsep utama dalam Islam yang relevan dengan pandangan terhadap ketahanan dan kegigihan antara lain yaitu pertama adalah sabar. Yaitu sifat yang sangat dihargai dalam Islam. Umat Muslim diajarkan untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan, cobaan, dan ujian hidup. Dengan sabar, seseorang dapat menghadapi tantangan dengan tenang dan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar.
Kedua adalah tawakal. Tawakal yaitu bergantung sepenuhnya pada Allah Swt. dalam segala hal. Ini berarti bahwa seorang Muslim percaya bahwa Allah akan memberikan bantuan dan bimbingan dalam menghadapi segala tantangan hidup. Tawakal menjadi salah satu prinsip penting dalam Islam.
Jihad menjadi konsep juga dalam Islam terkait generasi strawberry, bukan hanya berarti perang fisik, tetapi juga mencakup perjuangan dalam meningkatkan diri, mengatasi hambatan, dan mempertahankan kebenaran. Jihad dalam Islam adalah usaha untuk mencapai kebaikan, baik dalam konteks spiritual maupun dunia.
Terakhir adalah ketahanan mantal dan emosional. Islam mengajarkan pentingnya memiliki ketahanan mental dan emosional dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ini mencakup kemampuan untuk mengelola stres, ketidakpastian, dan tekanan dengan bijaksana. Dengan demikian, dalam pandangan Islam, penting bagi individu untuk mengembangkan sikap yang kuat, sabar, dan gigih dalam menghadapi segala macam tantangan hidup, dan bukan untuk mengembangkan sikap yang lemah atau terlalu bergantung pada kenyamanan.
Wallahua'lam bishowab
0 Komentar