Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap manusia sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkahlaku pada diri orang itu disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.
Di dalam proses belajar, manusia membutuhkan sosok seorang guru supaya pembelajarannya memiliki tujuan dan terarah. Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan peserta didik. Tidak ada seorang guru pun yang mengharapkan peserta didiknya menjadi sampah masyarakat. Untuk itulah guru dengan dedikasi dan loyalitas berusaha membimbing dan membina peserta didik agar dimasa mendatang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Setiap hari guru meluangkan waktu demi kepentingan peserta didik. Jalan yang dilalui tidak semudah yang dipikirkan. Guru acapkali menemukan berbagai macam masalah seperti kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Seorang peserta didik diduga mengalami kesulitan belajar ketika yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu. Dalam hasil belajar, sudah tentu mencakup aspek-aspek substansial-material, fungsional-struktural, dan behavioral atau yang mencakup segi-segi kognitif, afektif, dan psikomotor (Makmun, 2009). Sedangkan kesulitan belajar menurut Ismail adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara maksimal disebabkan adanya hambatan, kendala atau gangguan dalam belajarnya (Ismail, 2016). Hal itu dapat mengganggu guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran.
Peran guru
sangat penting untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Guru harus memiliki desain
pembelajaran yang tepat agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan
diaktualisasikan oleh peserta didik. Desain ini merujuk kepada penggunaan
strategi yang tepat
dalam penyampaian materi,
agar kesulitan belajar peserta didik dapat teratasi.
Strategi
merupakan kunci utama dalam mengatasi kesulitan belajar dikelas, dalam masalah
ini guru memberikan strategi yang menekankan pada kesulitan belajar siswa. Guru
dituntut untuk bisa menguasai berbagai sumber belajar, kondisi kelas,
lingkungan sekolah dan waktu belajar bagi siswa. Sehingga, jika guru sudah menguasai
tuntutan tersebut akan lebih mudah untuk mengaplikasikan strategi yang akan
digunakan, karena seorang pendidik sekiranya mampu membuat siswa menggali dan
meningkatkan kemampuan untuk memperluas pengetahuan, wawasan yang ada pada
siswa (Lestari at.al., 2019).
Secara umum strategi memiliki pengertian umum yaitu suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan, bila dihubungkan dengan proses belajar mengajar diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Djamarah, 2002).
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar