Ini adalah cerita disebuah desa yang terletak
diujung harapan. Terdapat seorang lelaki tua dengan sebuah
impian untuk mendapatkan kedamaian hidup di tengah-tengah himpitan banyaknya
permasalahan. Tetapi, Hukum dan nurani menjadi persoalan di sana.
Salim adalah seorang
kakek tua yang berumur sekitar 60 tahun. Ia hidup sebatang kara dengan rumah
yang terbuat dari bambu dan hampir roboh. Pekerjaan Salim hanyalah mencari ikan
untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Salim mencari ikan di sungai-sungai disekitar desanya. Kadang ia mencari ikan hingga ke desa lain.
Ikan yang didapatkan
Salim tidak menentu, kadang hasilnya dapat dijual di pasar. Kadang hanya cukup untuk
makan saja. Ikan yang didapat Salim bermacam-macam, seperti ikan lele, gabus
dan lain-lain yang hidup di sungai.
Pagi itu, salim pergi
ke sungai seperti biasa. Membawa alat untuk menangkap ikan berupa jaring lingkar
dan keranjang dari kayu. Ia menyusuri sungai demi sungai di desanya. Tak
membuahkan hasil seperti yang diharapkan, Salim pun mencari sungai ke desa
lain.
Sesampainya di sungai
yang ia tuju itu, salim bergegas turun ke sungai dan langsung mencari ikan
hingga ke tengah-tengah sungai. Aliran disana tidak begitu deras, walaupun
sungai itu dalam. Satu-dua kali angkat jaring, lima ikan pun langsung bisa
didapatkan. Salim terheran-heran dengan ikan yang ia dapatkan dengan mudah.
Setelah mendapatkan dua
keranjang penuh ikan, Salim segera pergi ke pasar untuk menjual hasil
tangkapannya. Sesampainya di pasar, Salim bertemu dengan pengepul ikan yang
bernama Sadrun. Salim pun menawarkan ikan tersebut kepadanya. Setelah melalui
negosiasi, ikan pun dibeli oleh Sadrun.
Keesokan harinya,
Salim hendak pergi kembali ke sungai yang terdapat banyak ikannya itu. Di tengah-tengah
perjalanan, Salim bertemu dengan Sadrun. Mereka pun ngobrol sambil duduk
dibawah pohon mangga. Sadrun bercerita tentang sungai buatan miliknya, ia
merasakan ada orang yang mengambil ikan disana. Salim yang pendengarannya sudah
berkurang tak merasa bahwa sungai tempat ia mencari ikan kemarin adalah sungai
buatan milik Sadrun yang dibuat untuk tempat ternak ikan.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar