Yunani, adalah negara asal dari sistem demokrasi yang ada dan diterapkan dibanyak negara sekarang ini, salah satunya yang diterapkan di negara Indonesia. Demokrasi berasal dari bahasa yunani, demos yang berarti rakyat dan kratos berarti memerintah.
Menurut Mahfud MD seorang pakar hukum dan tata negara, terdapat dua alasan kenapa dipilihnya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara. Pertama, hampir semua negara di dunia ini menggunakannya sebagai asas yang fundamental. Kedua, demokrasi memberikan nilai tersendiri bagi peranan masyarakat dalam menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertingginya. Tapi kenapa sistem ini dicaci maki di negara asalnya Yunani?
Sistem ini dicaci-maki di negera asalnya Yunani. Aristoteles menyebut demokrasi sebagai mobocracy atau pemerintahan segerombolan orang. Menurutnya demokrasi merupakan sebuah sistem bobrok karena pemerintahan dilakukan oleh massa. Demokrasi rentan akan anarkisme. Setiap orang ingin mengatur diri sendiri dan berbuat sesuka hati sehingga menimbulkan kekerasan, ketidaktertiban atau kekacauan, tidak bermoral, dan ketidaksopanan. Karena mengejar kemerdekaan dan kebebasan tidak terbatas.
Hal demikian dibahas oleh Plato dalam bukunya The Republic. Ia mengatakan "Mereka adalah orang-orang merdeka, negara penuh dengan kemerdekaan dan kebebasan berbicara, dan orang-orang di dalam sana boleh melakukan apa yang mereka sukai." Anarkisme yang dimaksdud adalah anarki yang memunculkan tirani.
Ada dua cara untuk melanggengkan kekuasaan bagi tirani. Pertama, menggunakan kekerasan sebagai senjata. Kedua, Menggunakan aturan-aturan atau kebijakan yang mengikat untuk menjerat rakyat walaupun itu dari meja demokrasi.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar