Hadiah Untuk Hari-Hari Berikutnya




5 pesan WA dan 5 kali telepon masuk terlihat di layar ponsel milik Adinda. Di depan rumahnya, telah hadir seorang lelaki yang sedang menunggu dengan penuh kegelisahan. Adinda pun mengecek ponsel miliknya, setelah beberapa kali mendengar bunyi ponsel untuk memastikan siapa gerangan lelaki tersebut yang ternyata kekasihnya si Joni. 

Adinda yang sedang berdandan pun tidak menghiraukan Joni. Walaupun Joni harus menunggu lama. Ia masih saja berkonsentrasi dengan make up yang tidak bisa diganggu gugat. Kebiasaan para wanita yang hendak berpergian sudah tidak perlu lagi untuk dipertentangkan bagi kaum lelaki.

Sekitar 30 menit kemudian, Adinda pun keluar dengan menenteng tas serta helm kesukaannya. Joni yang telah lama menunggu akhirnya bisa menghela nafas.

"Akhirnya datang juga." Kata Joni.

"Lama ya? Makanya masuk ke rumah dulu." Kata Adinda dengan wajah sedikit meledek.

"Paling jalan kesitu saja lama bener dandannya." Sambung Joni.

"Yaudah enggak usah jalan.." Kata Adinda dengan nada marah.

"hee iya, ya ampun becanda.." Kata Joni sambil ketawa.

Mereka berdua kemudian berangkat. Joni hendak bertemu dengan Febri teman lamanya untuk membahas sebuah projek besar di tahun 2024. Adinda ikut karena ingin bersantai dan sedikit menghilangkan penat dari banyaknya rutinitas kerja.

Warung kopi menjadi tempat pertemuan mereka. Di sana Febri sudah menunggu Joni dan Adinda. Setelah bertemu, mereka saling menanyakan kabar untuk mengawali perbincangan. Febri dan Adinda juga sudah saling kenal sejak lama. Mereka dulu pernah satu SMP. Tidak heran jika Adinda bisa ikut berbincang santai.

Selengkapnya baca di buku

Posting Komentar

0 Komentar