Sering kali kita sebagai manusia, tidak menjalani kehidupan apa adanya sesuai dengan apa yang dimiliki. Banyak topeng menutupi wajah aslinya. Seperti contoh orang yang tidak berduit namun berlagak seperti orang punya segalanya, atau orang yang selalu tersenyum padahal aslinya sedih. Contoh lain lagi seperti seorang pejabat pelayan masyarakat tapi isinya mengibuli dengan melakukan korupsi disana-sini. Sebut saja gerombolan orang-orang itu sebagai “manusia jadi-jadian”.
Banyak orang yang berkompetisi untuk menjuarai lomba lari dari kenyataan ini. Baik kenyataan yang pahit maupun kenyataan yang manis sekalipun. Mereka enggan menjadi diri mereka sendiri. Selalu mencari kebahagiaan walaupun harus mengorbankan segalanya. Iri dan dengki dijadikan sebagai alasan. Ingin ganteng dan cantik seperti artis Korea, rela bekerja keras untuk membeli skincare dan perawatan yang mahal. Ingin punya ini-itu seperti tetangga sampai menjual harga diri sendiri. Masih banyak lagi usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Orang menjadi palsu karena ia ingin menjadi apa yang bukan dirinya sendiri.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar