"Sahur.."
"Sahur.. Sahur.."
Terdengar suara yang keluar dari toa masjid. Pertanda waktu untuk menyegerakan makan sahur. Sarapan lebih pagi daripada biasanya. Makan untuk memberikan tenaga hingga adzan magrib berkumandang. Walaupun sekedar makan sarimie ataupun minum air putih saja. Bulan puasa yang ditunggu kedatangannya oleh banyak umat Islam termasuk Aik. Selain bermanfaat pada ibadah juga bermanfaat pada dompet yang bisa lebih irit dalam pengeluaran sehari-hari. Apalagi Aik yang suka jajan dan menghisap rokok.
Awal puasa Aik masih memiliki semangat untuk bangun sahur. Ia menikmati itu bersama temannya yang bernama Indra disebuah rumah kontrakan kecil di daerah Jakarta Selatan. Mereka berdua dari pelosok desa, merantau ke kota untuk mengadu nasib. Aik dan Indra bekerja di salah satu kantor perusahaan yang bergerak dibidang properti.
Puasa akhir mendekati lebaran, mereka makan sahur seringnya mepet waktu imsak. Agar tidak ada waktu lama untuk menunggu adzan subuh. Karena kadang-kadang mereka melanjutkannya untuk tidur kembali. "sahur late game!" kalau kata Indra yang suka main mobile legend. Setelah selesai makan sahur, Aik dan Indra tak lupa minum air putih 2 botol besar. Walaupun akhirnya mereka harus bolak balik ke kamar mandi. Setelah salat subuh, Indra bersiap untuk bermain game. Sedangkan Aik sibuk merapikan kamarnya.
“Mau mudik kapan?” Tanya Indra sambil sibuk bermain game.
“H-3 lebaran mungkin” Jawab Aik.
“Loh bukannya ada larangan mudik?” Indra kembali bertanya.
“Bodoamat lah bilang aja mau liburan ke kampung halaman hehe” Jawab Aik sambil tersenyum.
Mentari sudah menampakkan sinarnya. Aik dan Indra bergegas bersiap untuk berangkat bekerja. Mereka tidak berangkat bersama, Indra berangkat lebih dulu karena harus menjemput pacarnya. Aik masih santai sambil membersihkan kendaraan kesayangannya. Sesekali melihat jam yang menempel di dinding rumah kontrakannya. Jam yang terdapat gambar bertuliskan “waktu adalah uang”.
Diperjalanan, kemacetan lalu lintas sudah tidak asing lagi. Kebiasaan yang pasti ditemukan oleh kebanyakan orang di kota besar. Waktu sibuk berangkat bekerja kebanyakan orang disana. Beruntung Aik memiliki akses jalan tikus yang mempermudahnya sampai di tempat kerja dengan waktu yang tepat.
Hari ini adalah hari terakhir bekerja. Karyawan-karyawan disana sudah diperbolehkan berlibur untuk mempersiapkan peringatan hari raya Idul Fitri yang hanya kurang beberapa hari lagi. Namun Aik dan Indra masih ada sedikit kerjaan yang harus diselesaikan. Mereka mendapatkan kerjaan tambahan dari pemilik perusahaan. Mereka disuruh survei kepuasan konsumen disuatu daerah di Ibu Kota.
Mereka sebenarnya tidak ingin melakukan kerjaan tambahan itu karena sudah ingin mudik ke kampung halaman. Namun gaji dan THR masih ditahan oleh pemilik perusahaan. Mereka pun akhirnya menyanggupi demi bisa mendapatkan cuan dan bisa pulang bertemu keluarga secepatnya.
Ditempat kerja Aik sudah berada diruangan pemilik perusahaan dan disusul Indra yang baru datang. Mereka menyiapkan strategi survei yang tergolong berat juga ditambah sedang dalam masa bulan puasa. Survei lokasi yang aneh menurut Aik karena seperti membuang-buang tenaga.
“Bagaimana Pak?” Tanya Aik.
“Begini, saya pengen tahu respon dari konsumen atas produk kita yang baru” Jawab Pemilik perusahaan.
“Ohh iya Pak siap” Kata Indra.
“Sebenarnya ini diluar kerjaan kalian, tapi enggak apa-apa nanti aku kasih lebih untuk THR kalian” Kata Pemilik perusahaan sambil menyodorkan data-data yang harus diambil.
“Baik, kalau begitu kami langsung saja Pak” Kata Aik sambil mengambil draf survei.
“Jangan lupa juga ya nanti kalau survei?” Tanya Pemiliki perusahaan.
“Jangan lupa apa Pak?” Tanya Aik kembali.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar