Umumnya
manusia tidak bisa terlepas dari masalah percintaan, pun hal itu sudah ada dari
sejak manusia pertama sebelum dan sesudah ada di bumi. Cerita tentang tulang
rusuk hingga dijatuhinya hukuman kepada mereka untuk diturunkan ke dunia dengan
tempat yang berbeda serta jarak yang sangat jauh. Untuk menanggung itu semua mereka
harus menahan yang namanya kerinduan. Tak heran jika rindu hingga saat ini
menjadi masalah percintaan yang utama seperti halnya dendam harus dibayar
tuntas atau mungkin hutang yang sudah jatuh tempo dan harus segera untuk
dilunasi.
Jangan
heran jika manusia selalu mendapatkan masalah percintaan, bahkan itu seperti
kewajiban bagi seorang manusia baik itu laki-laki maupun perempuan. Hanya orang-orang
bodoh yang tidak merasakan betapa indahnya mencintai dan hanya orang-orang aneh
yang mencintai sesama jenis. Mereka tidak belajar sejarah yang notabene sudah
wajar dari dulu sudah ada dan perlu dimengerti serta tak perlu banyak
diperdebatkan.
Selain
dari sejarah seseorang juga perlu banyak belajar dari kisah dalam film-film
apapun itu. Seperti horor, komedi, ataupun action.
Kebanyakan dari film tersebut pasti ada cerita tentang percintaannya. Misalkan film
tentang super hero. Ambil contoh seperti Superman dengan kekasihnya yang bernama
Lois Lane, Spiderman dengan kekasihnya Mary Jane, dan masih banyak hero
lainnya yang memiliki kisah cintanya masing-masing. Kenapa begitu?
Manusia hidup sebagai seorang pemimpin sekaligus pahlawan paling tidak untuk dirinya sendiri. Untuk menjadi semua itu mereka harus mengalahkan penjahat-penjahat yang ada di dunia. seperti masalah politik, ekonomi, agama, sosial dan budaya maupun yang ada di diri sendiri seperti penyakit hati dan kawan-kawannya. kemudian mereka laki-laki dan perempuan saling membutuhkan satu sama lain, untuk saling menyemangati dalam berproses, mengingatkan ketika salah, bekerjasama mencapai tujuan dan lain sebagainya serta tak lupa saling mencintai.
Untuk menjadi seseorang yang hebat.

2 Komentar
Ngerik ngerik ngerik
BalasHapusKonni jiwa .
BalasHapus