Hasrat secara umum dapat diartikan sebagai keinginan atau dorongan yang kuat akan sesuatu hal. Hasrat menjadi kebutuhan atau keinginan manusia untuk memiliki atau melakukan sesuatu demi mewujudkan harapannya. Manusia yang yang memiliki cita-cita atau tujuan hidup, maka pastilah memiliki sebuah hasrat akan hal itu. Sebut saja seperti hasrat tentang pengetahuan.
Dalam konteks kehidupan manusia di dunia dengan berbagai bidang yang menyelimuti, pengetahuan memiliki peran sentral dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia. Tanpa pengetahuan, dunia manusia akan ruwet karena tidak tahu harus menggerakkan bidang yang kompleks ini kemana. Maka kemudian mencari pengetahuan (ilmu) menjadi tradisi yang penting termasuk dalam Islam. Ada banyak ayat dalam al-Qur'an dan Hadist yang menganjurkan umat muslim untuk terus belajar dan mencari pengetahuan.
Sebagai manusia, sebuah pengetahuan diibaratkan teropong kehidupan. Maka sebagai seorang muslim yang mana menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban. Tidak mengecualikan muslim laki-laki maupun perempuan. Seperti yang diterangkan dalam hadis dibawah ini:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Menuntut ilmu wajib atas semua muslim" (H.R Ibnu Majah)
Kewajiban menuntut ilmu dapat menjadi dorongan atau hasrat akan pengetahuan. Bagaimana kemudian manusia menjalani berbagai pendidikan baik formal maupun non formal demi pengetahuan yang luas serta aspek atau manfaat lain yang bisa didapatkan seperti gelar dan profesi. Semua itu didapat karena pengetahuan dan tentu saja dibantu juga dari dorongan internal maupun eksternal.
Sayangnya, seringkali masih ditemukan permasalahan dari orang-orang yang berpengetahuan, seperti menipu orang, merendahakan orang, korupsi, dan perbuatan batil yang lainnya. Hal ini menandakan bahwa apa yang kemudian sudah mereka dapatkan yaitu pengetahuan tidak diamalkan dengan semestinya. Atau kemungkinan besar pengetahuan yang buruk lah yang mereka dapatkan sehingga mereka berbuat yang batil.
Maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menuntun hasrat akan pengetahuan agar tidak terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang tidak disukai oleh Allah Swt terutama dalam hal niat. Dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim karya Syaikh Az-Zarnuji memaparkan cakupan niat dalam mencari ilmu yaitu pertama adalah niat mengharapkan Ridha Allah Swt. untuk menggapai kebahagiaan akhirat. Kedua yaitu membasmi kebodohan bagi dirinya dan kebodohan orang-orang disekitarnya. Terakhir, adalah niat untuk menghidupkan agama, dan untuk menjaga keberlangsungan (kekekalan) agama.
Selain itu ada pula adab yang juga harus dilakukan dalam mencari ilmu. Adab agar tidak semena-mena dalam proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan yang baik. Juga perlu untuk memahami keutamaan dalam mencari ilmu agar paham bahwa pengetahuan yang didapatkan tidak akan sia-sia. Bagaimana kemudian manusia mendapatkan pengetahuan tidak terlepas karena Allah Swt. Sehingga pengetahuan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Hasrat akan pengetahuan sudah seharusnya menjadi semangat manusia dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Menjadi garda terdepan melawan penyakit-penyakit kebodohan dan orang-orang dzolim yang memanfaatkan pengetahuan bukan karena Allah Swt melainkan bujuk rayu syaitan dan ketidak mampuan manusia dalam membendung hawa nafsu.
Wallahu'alam bishowab

0 Komentar