Mengambil Pelajaran Disetiap Perjalanan Hidup




Dalam mengarungi kehidupan yang fana ini. Kita sebagai manusia perlu untuk memperhalus hati (perasaan) dan banyak-banyak mengasah fikiran agar menjadi jernih. Karena suka dan duka datang dari arah yang tidak menentu. Kadang kita terlena karena sebuah kebahagiaan yang datang, dan menjadi ingkar kepada Allah Swt. karena selalu mendapatkan duka. 

Peristiwa-peristiwa yang dilalui baik itu mendapatkan kebahagiaan ataupun sebaliknya, kita harus benar-benar mengambil pelajaran darinya (ibrah). Bagaimana kemudian hati dan fikiran harus bersinergi untuk menembus makna dari setiap perjalanan hidup. Maka mengingat kekuasaan Allah akan membuat rasa syukur selalu datang menghampiri dan terhindar dari kesombongan serta arogansi.

Mengambil pelajaran disetiap perjalanan hidup merupakan hal penting yang perlu selalu dilakukan oleh manusia. Imam Al Ghazali dalam bukunya Al-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk", mengatakan:

العاقل من نظر ارواح الاشياء وحقاءقها ولا يغتر بصورها

Artinya, "Orang yang berakal menilai segala sesuatu dari esensinya. Tidak terpaku/tertipu oleh rupa/kulitnya".

Imam Ghazali mengajak kita untuk dapat menembus makna atau esensi dari setiap perjalanan hidup yang kita alami. Hal apa yang kemudian menjadi pelajaran untuk bekal hidup. Karena setiap peristiwa bahagia ataupun duka sekalipun pasti terdapat ibrah di dalamnya.

Dalam mengambil pelajaran disetiap perjalanan hidup, tidak akan merugikan kita. Malah kita akan mendapatkan hikmah didalamnya. Imam al-Sakhawi, seorang sejarawan dan ulama dibidang hadis, tafsir dan sastra. Ia mengatakan:

خُذِ الْحِكْمَةَ وَلَا يَضُرُّكَ مِنْ أَيِّ وِعَاءٍ خَرَجَتْ .( الحافظ السخاوي في المقاصد الحسنة )

Artinya, “Ambillah hikmah, tak akan merugikanmu, darimana pun ia lahir”. (“al-Maqashid al-Hasanah”).


Posting Komentar

0 Komentar