Berlibur ke suatu tempat atau daerah sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Biasanya dilakukan karena mendapatkan hari libur (tanggal merah) untuk sesekali bersenang-senang dari penatnya kesibukan. Atau ada yang karena study mengharuskan kegiatan ke tempat-tempat wisata. Juga ada karena sebuah tradisi seperti sebelum masuk pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan megengan. Tidak lupa pula pada gelaran Tahun Baru, banyak orang merayakannya dengan berlibur ke tanah seberang yaitu ke berbagai pulau dan juga luar negeri.
Perjalanan ke tanah seberang dengan mengendarai moda transportasi seperti pesawat atau kapal menambah pengalaman tersendiri. Sebelum disuguhkan hiburan dan rasa takjub di tempat liburan atau wisata yang hendak dikunjungi. Perjalanan sendiri, bersama keluarga, teman, dan mungkin kekasih memberikan cerita yang pasti mengasyikan namun bisa jadi sebaliknya.
Dalam berlibur kemana pun tempatnya, orang perlu memiliki kesadaran akan kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku di tempat wisata atau daerah yang sedang dikunjungi. Jangan sampai kebiasaan-kebiasaan di tempat asal di bawa ke tempat lain. Walaupun diri sendiri merasa hal itu sudah umum dilakukan. Tapi belum tentu di tempat lain itu umum dilakukan atau diperbolehkan. Jangan sampai niat hati ingin bersenang-senang malah mendapatkan masalah.
Saat perjalanan jauh seperti ke luar pulau atau luar negeri, karakter (sifat) seseorang bisa diketahui. Ini merupakan cara ampuh untuk mengetahui sisi seseorang apalagi kekasih hati. Karena situasi pada saat perjalanan jauh sangat menguras tenaga dan emosi. Bagaimana orang-orang seperjalanan bersikap kepada orang lain, bagaimana berurusan dengan uang, dan saat marah atau menghadapi kesulitan.
Selengkapnya baca di buku
0 Komentar