Proses untuk mengarahkan diri sendiri dalam melakukan kontrol atas kehidupannya biasa disebut dengan memberdayakan diri. Suatu keadaan daripada seseorang yang secara sadar mengambil keputusan untuk mandiri, percaya terhadap diri sendiri dan mengembangkannya ke arah yang lebih baik.
Ilmu dan amal merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena ilmu akan bernilai ketika dibarengi dengan amal sebanyak-banyaknya. Begitu juga dengan amal akan memiliki nilai yang tinggi ketika didasari dengan ilmu. Abu Bakar as-Shidiq pernah berkata bahwa tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia.
Berbicara tentang memberdayakan diri dengan ilmu dan amal, dalam tulisan ini menitik beratkan pada orang-orang yang sudah memiliki gelar ataupun jabatan. Bagi mereka yang telah mempelajari banyak ilmu hingga mendapatkan jabatan (kesuksesan) perlulah untuk memberikan hasil daripada ilmunya yang berdampak melalui praktik-praktik amal yang baik. Hal ini sebagai bentuk perwujudan dari Hablum Minallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alam.
Dalam istilah Jawa ada pepatah bali deso bangun deso yang dalam Bahasa Indonesia berarti pulang ke desa membangun desa. Pepatah itu menjelaskan bahwa ketika seseorang sudah memperoleh pengalaman (ilmu) dari luar desanya baik itu sekolah, kuliah, maupun jabatan di tempat kerja, maka haruslah kembali ke desa untuk membangun daerah asal menjadi lebih baik. Tidak hanya fokus pada pekerjaan saja walaupun sudah bisa dikatakan hal itu sebagai implementasi dari ilmu. Jika berbicara tentang amal, fokusnya harus lebih luas yaitu berdampak untuk lingkungan sekitar.
Amal yang bisa dilakukan banyak sekali. Sebanyak manfaat yang bisa dilakukan walaupun terbilang masih sederhana dalam berdampak. Bersedekah, membuat karya inspiratif, membuat majelis ilmu, bekerjasama dalam kegiatan desa dan masih banyak lagi. Paling tidak rasa simpati itu muncul ketika terdapat suatu permasalahan di desa apapun yang bisa dibantu. Tidak malah apatis karena tidak bermanfaat bagi dirinya. Konsep silaturahim, musyawarah, dan gotong royong perlu ditekankan pada diri setiap orang.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar