Bukan Dilan



 “Kabur, kabur, kabur!!” Seru Handi.

Ada warga kampung kramat sama polisi di seberang..” Kata Rizki.

Lari kemana kita ini!?” Tanya Handi.

“Ke rumah Salim..” Jawab Rizki.

Malam itu telah terjadi tawuran di jalan Kelurahan Kramat dekat kota. Tawuran antar kelompok pemuda yang ingin melabelkan diri, kelompok siapa yang paling hebat. Kelompok pertama merupakan kelompok yang berisi orang-orang muda yang masih sekolah di bangku SMA. Mereka menyebut diri mereka dengan nama Geng Galas. Sedangkan kelompok kedua yaitu Geng Picis yang berisi anak-anak punk.

Handi, Rizki, dan Salim merupakan tiga orang penting di Geng Galas. Mereka bertiga adalah teman sejak di bangku SMP. Pada malam tawuran dengan Geng Picis, si Salim tidak ikut karena dia merasakan firasat kurang baik tentang tawuran malam itu. Benar saja, para Geng yang sudah bersiap dan membawa berbagai macam senjata tajam telah dijebak oleh warga kramat dan polisi.

Handi dan Rizki melalui kecerdikannya dapat meloloskan diri dari sergapan warga dan polisi. Namun beberapa anggota Geng Galas dan Picis tertangkap. Mereka yang tertangkap digiring ke Kantor Polisi. Handi dan Rizki memutuskan untuk lari ke rumah Salim. Selain untuk bersembunyi mereka hendak mengolok-olok Salim karena tidak berani ikut.

Pukul 23.20 malam, Salim menunggu Handi dan Rizki yang sebelumnya sudah menghubungi lewat telepon. Tidak lama mereka sampai di rumah Salim dengan kondisi yang lesu. Sambil menyalakan rokok Handi mulai memarahi Salim.

Kau seharusnya ikut Sal! Apakah kau takut!?” Kata handi marah.

Jangan keras-keras nanti keluargaku dengar..”Jawab Salim.

Firasatmu benar Sal, ada jebakan disana, warga dan polisi sudah siap..” Kata Rizki.

Bagaimana dengan teman-teman yang lain?” Tanya Salim.

“Ada beberapa teman kita yang dibawa Polisi”. Jawab Handi.


Selengkapnya baca di buku

Posting Komentar

0 Komentar