Suara ketukan pintu rumah milik Pak Joko terdengar nyaring. Ada orang yang tergesa-gesa ingin bertemu dengannya. Pak Joko yang sedang makan malah pura-pura tak mendengar itu. Setelah beberapa menit, ketukan pintu itu tak terdengar lagi.
Pak Joko adalah seorang guru satu-satunya di desa itu. Desa yang dekat dengan gunung berapi yang bisa sewaktu-waktu meletus. Pak Joko merupakan orang yang aktif dan peduli terhadap sesama. Di desa, Pak Joko selalu memberikan banyak ide dan gagasan untuk memajukan desa. Namun, entah mengapa Pak Joko akhir-akhir ini seperti terdiam. Tak mau tahu apapun tentang desanya.
Di desa, masyarakat masih membahas masalah tentang korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah pusat. Masyarakat sedang ramai-ramainya membahas hal itu. Bahkan sampai ada yang jotos-jotosan karena beradu argumen. Pak Joko yang geli dengan hal itu memilih diam.
"Yang korupsi kan mereka bukan kita yang di desa, kenapa kita ramai? dulu yang milih mereka menjadi pejabat siapa? gumam Pak Joko.
Satu jam setelah bunyi ketukan pintu yang pertama, ketukan pintu yang kedua berbunyi disaat Pak Joko bersiap untuk tidur. Hal itu membuat Pak Joko semakin geli mendengarya. Dan memilih untuk tidur.
Selengkapnya baca di buku

0 Komentar