Membangun
Indonesia dari bawah merupakan upaya pembangunan nasional yang harus dilakukan
oleh segenap lapisan masyarakat sebagai bentuk keterlibatan dalam mewujudkan
tujuan nasional. Sebagai
suatu bangsa yang mengikatkan diri dalam bentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Sesuai
tujuan yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa
hakikat pembangunan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan
kesejahteraan umum, melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, dan membantu
melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi.
Dalam
upaya pembangunan nasional, sekarang ini masyarakat Indonesia semakin politis,
apatis, dan skeptis dalam memandang negaranya sendiri. Entah dari sudut pandang
yang mana, seakan masyarakat enggan untuk berpartisipasi dengan niat yang luhur
dalam mewujudkan tujuan nasional.
Sikap politis masyarakat dapat dilihat pada saat pesta demokrasi. Mereka akan ikut serta memilih jika diberi uang oleh para calon. Padahal mereka sendiri lah yang sedang dipolitisasi. Mereka tidak pernah berpikir bahwa tanah air itu tidak dijual. Kebiasaan politis itu menular pada kegiatan sehari-hari. Mereka tidak akan bergerak kalau tidak ada manfaatnya untuk diri sendiri. Mereka tidak akan bisa bekerja dengan hati untuk kepentingan bersama padahal sekecil tingkat masyarakat desa misal membersih lingkungan. Mereka akan bersemangat untuk bekerja ketika ada uang, atau paling tidak ada makanan.
Untuk sikap apatis masyarakat,
dapat dilihat pada orang-orang yang masuk penjara karena tidak mematuhi aturan hukum, terkena virus corona karena tidak mengikuti kebijakan protokol kesehatan, atau contoh lain yaitu masyarakat yang “bodoamatan” dengan kondisi sekitar karena
tidak ada manfaatnya untuk ikut campur. Sedangkan sikap skeptis atau keragu-raguan
itu timbul karena kebijakan pemerintah yang tidak bijak.
Selengkapnya baca di buku
0 Komentar