Kerja Enak Itu Yang Bagaimana Sih?



Badrun baru saja tiba di Desa tempat tinggalnya. Ia baru saja pulang dari Kota tempat dirinya bekerja. Karena ada urusan penting di rumah, Badrun pun mau tidak mau harus pulang. Di rumah, Badrun sudah disambut oleh keluarga besarnya. Hal biasa jika ada seseorang yang baru saja kembali dari tempat yang jauh. Apalagi Badrun sekarang sudah punya banyak uang. Pasti orang-orang dekat pada nempel. Beda lagi jika yang datang seorang pengangguran.

"Wah Badrun sudah sampai rumah, bawa mobil lagi!", kata saudaranya.

"Mana sekarang bisa renovasi rumah jadi kaya istana begini!", kata saudaranya yang lain.

"Assalamu'alaikum..", sahut Badrun sambil menenteng tas besarnya.

Badrun langsung menyapa kerabatnya yang sudah berkumpul di ruang tamu dan tak lupa ia ikut duduk untuk berbincang-bincang. Perbincangan yang sudah umum. Sekedar untuk menanyakan bagaimana kabar dan kesibukan sehari-hari. 

Badrun pulang ke rumah karena ada urusan penting. Yaitu acara selamatan rumah orang tuanya yang telah selesai direnovasi menjadi lebih bagus. Karena Badrun sendiri yang membiayai renovasi dan ingin melihat hasilnya, ditambah ia kangen masakan rumah. Maka dari itu Badrun pulang ke rumah.

Acara selamatan dilaksanakan pada malam hari. Tak lupa Badrun mengundang tetangga dan teman-teman dekatnya. Tetangga dan teman dekat yang sudah tahu sepak terjang Badrun yang sukses mengadu nasib di Kota pasti akan antusias datang. Tidak hanya datang untuk mendapatkan sebungkus makanan, tapi untuk mendengar kisah-kisah perjalanan Badrun dalam mengadu nasib di Kota hingga sukses.

Ridho, salah satu teman dekat Badrun datang pada acara selamatan lebih awal. Ia sengaja datang lebih awal agar dapat duduk di dekat Badrun nantinya. Ia tak sabar untuk bertanya dan mendengarkan jawaban Badrun. 

Setelah Ridho, kemudian datang tetangga Badrun yang bernama Pak Minto. Ia tidak antusias seperti Ridho. Namun Pak Minto duduk disamping Ridho persis. Seperti tahu apa yang akan dilakukan Ridho dan Pak Minto ingin mendengarnya.

Acara inti sudah selesai dan waktunya untuk berbincang-bincang. Namun Badrun sudah banyak yang mengerumuni. Ridho pun menunggu dan bersiap-siap menghampiri Badrun. Pak Minto masih terjaga disamping Ridho. Setelah sepi mereka berdua langsung menghampiri Badrun.

"Sehat Bad?". Tanya Ridho sambil bersalaman.

"Alkhamdulillah Rid, bagaimana kabarmu?" Jawab Badrun sambil menanyakan kabar balik.

"Alkhamdulillah Bad, Nganggur!" Jawab Ridho.

"Lah sekarang nganggur?". Badrun bertanya. 

"Kemarin baru kena PHK Bad". Jawab Ridho

"Loh PHK kenapa Rid?" Badrun kembali bertanya.

"Pabrik tempatku bekerja bangkrut Bad.." Jawab Ridho sendu. 

Selengkapnya baca di buku

Posting Komentar

0 Komentar